:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2249816/original/086548400_1528884485-Jang_Ja_Yeon.jpg)
Liputan6.com, Seoul: Jang Ja Yeon memilih mengakhiri hidupnya pada 2009 silam karena tak tahan dengan perlakuan manajemennya. Jang Ja Yeon dipaksa melayani 31 pria.
Hal itu terungkap lewat pesan terakhir Ja Yeon yang ia tulis di atas kertas. Pihak berwajib Negeri Ginseng pun menyelidiki kasus ini.
Jang Ja Yeon menyimpan semua catatan dan bukti pria yang minta ditemaninya. Sebuah skandal besar akan terkuak, beberapa orang ini dikabarkan memiliki posisi penting di Korea Selatan, seperti pejabat pemerintah, produser, dan bos-bos media terlibat, diwartakan AllKPop.
Polisi yang sedang menyelidiki kasus Jang Ja Yeon tahu fakta ini, tetapi memilih untuk mengabaikannya. Setelah gerakan #MeToo, melawan tindakan pelecehan atau kekerasan seksual merajalela di Korea Selatan, kasus Jang Jo Yeon akhirnya kembali dibuka setelah 9 tahun berlalu, dilansir dari KoreaBoo.
Kalo berita nya gak lengkap buka link di samping buat baca lanjutan berita nya https://www.liputan6.com/showbiz/read/3559785/surat-jang-ja-yeon-dianggap-palsu-publik-orang-mati-tak-akan-bohong
No comments:
Post a Comment